ATENSI Keluarga

Atensi berbasis keluarga didasari bahwa keluarga adalah lingkungan terdekat dan menjadi lingkungan utama bagi penyandang disabilitas. Beberapa perspektif peran dan fungsi keluarga bagi penyandang disabilitas adalah sebagai berikut:
a. Keluarga menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis;
b. Keluarga tempat berlindung yang utama;
c. Keluarga tempat penyandang disabilitas menjalankan peran & mengaktualisasikan diri;
d. Keluarga sangat memahami dan mengetahui potensi dan kebutuhan penyandang disabilitas;
e. Keluarga yang baik, harmonis dan bahagia dapat
meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial penyandang disabilitas;
Didasari pandangan positif terhadap keluarga, maka keluarga menjadi tempat terbaik bagi penerima manfaat. Maka, dukungan keluarga harus diperkuat agar terwujudnya pemenuhan hak dan kebutuhan penyandang disabilitas.
Berbasis keluarga dapat dilakukan di keluarga inti, atau di keluarga pengganti yaitu keluarga besar atau keluarga kerabat, atau pada keluarga asuh dan keluarga adopsi. Hal ini sejalan dengan continuum of care yaitu rentang pengasuhan perawatan yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Pada rentang pengasuhan dan perawatan tersebut, keluarga inti adalah tempat terbaik bagi penyandang disabilitas mendapatkan pengasuhan, perawatan dan perlindungan. Namun demikian apabila keluarga inti tidak memungkinkan karena ketidakmampuan atau tidak ditemukan, maka selanjutnya perawatan dan perlindungan dapat dilakukan oleh keluarga besar. Seterusnya bila keluarga besar tidak memungkinkan maka pilihan penempatan penyandang disabilitas pada keluarga kerabat atau saudara jauh. Perawatan dan perlindungan alternatif berbasis keluarga lainnya adalah berbasis keluarga asuh yang bila memungkinkan dapat memberikan perawatan dan perlindungan sementara sebelum kembali ke keluarga inti. Keluarga adopsi adalah pilihan terakhir dalam perawatan perlindungan penyandang disabilitas dengan berbasis keluarga. Penempatan penyandang disabilitas dalam pengasuhan, perawatan dan perlindungan berbasis keluarga adalah berdasarkan asesmen yang komprehensif terkait kapasitas keluarga.
Pendekatan berbasis keluarga juga dapat melibatkan peran pekerja sosial, tenaga kesejahteraan social dan relawan sosial yang memiliki akses langsung kepada keluarga penyandang disabilitas.
Bagikan :