Optimalkan Pelayanan ATENSI, Balai Melati Jakarta Laksanakan Pembahasan Rencana Intervensi Penerima Manfaat

Optimalkan Pelayanan ATENSI, Balai Melati Jakarta Laksanakan Pembahasan Rencana Intervensi Penerima Manfaat

JAKARTA (21 Oktober 2020) – Kementerian Sosial RI melalui Balai Melati Jakarta menyelenggarakan kegiatan pembahasan rencana intervensi penerima manfaat (PM). Bertempat di Ruang Rapat Balai Melati Jakarta, kegiatan berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 19-21 Oktober 2020, diikuti seluruh tim pelaksana kegiatan berjumlah 30 orang terdiri dari unsur pejabat struktural, fungsional pekerja sosial, fungsional perawat, fungsional umum dan instruktur keterampilan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Balai Nomor : 787/4.3.1/RH.01.02/10/2020 tanggal 15 Oktober 2020.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Romal Sinaga, Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial Balai Melati Jakarta. Romal menyampaikan bahwa rencana intervensi merupakan bagian terpenting dalam upaya penyusunan perubahan terencana terhadap PM untuk meningkatkan keberfungsian sosial penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. “Hasil asesmen menjadi pedoman bagi kita untuk merencanakan format ideal dalam penempatan PM di masing-masing bidang vokasional dan selanjutnya menyelenggarakan terapi sosial, fisik, mental spiritual serta keterampilan untuk mendukung tumbuh kembang mereka sehingga dapat mengaktualisasikan dirinya secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Romal.


Lebih lanjut Romal mengatakan bahwa situasi pandemi yang belum usai menyebabkan terhambatnya beberapa tahapan kegiatan pelayanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) untuk program reguler dalam balai. Masa penerimaan PM dan juga asesmen yang harus dilakukan secara bertahap karena mempertimbangkan keamanan dan keselamatan bersama berdampak pada tertundanya beberapa tahapan kegiatan. Meski demikian, Romal menegaskan bahwa proses pelayanan bagi PM tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari resiko penyebaran virus Corona.


Selama pembahasan rencana intervensi PM, masing-masing pekerja sosial sebagai wali asuh PM memaparkan rencana intervensi masing-masing PM yang didampingi dan mendapatkan feedback dari peserta lainnya untuk mendapatkan rekomendasi terbaik terkait upaya penyusunan perubahan terencana bagi PM.


Berdasarkan hasil keputusan pembahasan rencana intervensi PM, 38 orang telah ditempatkan pada masing-masing bidang vokasional yang terdiri dari : Desain Grafis (6 orang), Gerabah (3 orang), Menjahit Putra (4 orang), Menjahit Putri (6 orang), Komputer (5 orang), Pertukangan Kayu (2 orang), Las (1 orang), Sangkar Burung (1 orang), Tata Boga (6 orang), Tata Rias (2 orang) dan Kerajinan Tangan (2 orang).


Humas Balai Melati Jakarta


Bagikan :